Skip to main content
H. SYAMSUL :HUMAS ITU HARUS BISA MENJADI PINTAR DAN HARUS BISA MENJADI BODOH.

H. SYAMSUL :HUMAS ITU HARUS BISA MENJADI PINTAR DAN HARUS BISA MENJADI BODOH.

Mamuju (Humas Kanwil) - Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Barat H. Syamsul mengatakan tidak mudah menjadi seorang humas. Di depan para peserta Rapat Koordinasi Kehumasan Tingkat Provinsi Sulbar ini ia tak canggung menyampaikan bahwa seorang humas itu harus bisa menjadi seorang aktor.

Tidak sampai disitu saja, Mantan Ka. Kantor Kemenag Mamuju tersebut menyebutkan jika seorang humas itu harus pintar memposisikan dirinya dalam menyikapi sebuah masalah yang terjadi, baik dari internal maupun external.

"Humas itu harus bisa menjadi pintar dan harus bisa menjadi bodoh".

Ia menjelaskan bahwa terkadang sesuatu hal, seorang humas itu berperilaku seperti orang bodoh walaupun ia tahu hal tersebut dan terkadang ia memposisikan dirinya sebagai orang yang tahu segalanya meskipun hanya sebatas tahu.

Selain hal tersebut Kabag TU juga menyampaikan dua hal penting yang harus dimiliki terkait fungsi seorang humas yaitu fungsi modifikator dan stabisator. Dua point penting ini harus dimiliki seorang humas sebagai corong terdepan dalam menjaga dan mengangkat nama baik institusi Kementerian Agama.

Sebelum menututup acara Rapat Koordinasi Kehumasan Tingkat Kemenag Provinsi Sulbar tersebut. Kabag TU yang didampingi Kasubbag Umum dan Humas menyampaikan apresiasi atas inisiasi Subbag Umum dan humas mengadakan kegiatan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh Peserta yang hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal, 13 Agustus 2020 tersebut.

"Saya perlu mengapresiasi kegiatan ini, meski di tengah pandemi tapi Subbbag Umum dan Humas tetap berinovasi demi kemajuan humas kedepan".